Tips Menyimpan Buah dan Sayuran

Tips Menyimpan Buah dan Sayuran

Metode penyimpanan buah dan sayur yang tepat akan menentukan kualitas bahan makanan tersebut. Karena kualitas makanan yang buruk tentu akan berpengaruh pada nutrisinya. Jika ingin hidup lebih sehat maka awali dengan penyimpanan buah dan sayur yang tepat. Dibawah ini ada beberapa tips sederhana untuk menyimpan buah dan sayuran :

1. Beberapa buah dan sayuran menghasilkan gas yang disebut etilen saat mereka matang. Gas ini dapat mematangkan makanan secara prematur dan ada makanan yang sensitif terhadap reaksi etilen, jadi jauhkan makanan yang memproduksi etilen dari makanan yang sensitif terhadap etilen. Alpukat, pisang, melon, kiwi, mangga, pir, prem, dan tomat, misalnya, harus disimpan di tempat yang berbeda dari apel, brokoli, wortel, sayuran berdaun hijau, dan semangka.

2. Simpan kentang, bawang, dan tomat di tempat yang sejuk dan kering, tetapi jangan di lemari es. Rasa dingin akan merusak cita rasa makanan tersebut.

3. Simpan buah dan sayuran mentah seperti pir, persik, prem, kiwi, mangga, aprikot, alpukat, melon, dan pisang di atas meja. Setelah matang, pindahkan ke kulkas. Kulit pisang akan berubah menjadi cokelat tua, tetapi tidak akan memengaruhi daging.

4. Simpan salad sayuran dan rempah-rempah segar dalam kantong berisi sedikit udara dan ditutup rapat.

5. Buah jeruk seperti jeruk, jeruk keprok, jeruk nipis, dan jeruk nipis, akan baik-baik saja hingga seminggu di tempat yang sejuk dan gelap, jauh dari sinar matahari langsung, tetapi akan lebih awet jika disimpan didalam kantong plastik berlubang kemudian menyimpannya di lemari es

6. Bungkus seledri dengan aluminium foil dan simpan di tempat sayuran di lemari es.

7. Jenis produk lain seperti wortel, selada, dan brokoli mulai rusak begitu dipetik, jadi letakkan ini di kantong plastik terpisah di rak di lemari es secepatnya (pastikan kering karena kelembaban mempercepat perusakan) .

8. Potong bagian atas nanas dan simpan nanas terbalik. Ini membantu mendistribusikan gula yang tenggelam ke dasar selama pengiriman dan juga membuatnya lebih lama.

9. Hindari mencuci buah sampai tepat sebelum Anda siap memakannya. Kelembaban mendorong pertumbuhan jamur.

10. Jika Anda suka mencuci, mengeringkan, dan memotong buah-buahan dan sayuran m sekaligus, simpan dalam wadah kaca tertutup yang dilapisi tissue dapur untuk menjaga kelembapannya.

11. Jika biasanya lupa menggunakan buah-buahan dan sayuran jika menempatkannya di rak, simpan sayuran di depan mata yang sering terlihat

12. Beli hanya yang dibutuhkan. Pergi ke pasar lebih sering, atau jika itu tidak mungkin, rencanakan makanan sebelumnya sehingga hanya membeli apa yang tahu akan digunakan.

13. Jika terlihat ada yang busuk, segera buat kompos sebelum mulai merusak sisa produk.

14 . Suhu yang terlalu tinggi atau rendah akan membuat buah dan sayur tak tahan lama sehingga cepat membusuk. Terlebih lagi, jika Anda menyimpan sayur atau buah di freezer, maka ia akan langsung rusak saat dicairkan. Tanda kerusakan tersebut seperti bercak kecokelatan pada apel dan lembek pada buah pir. Sebaliknya, jika disimpan pada suhu sangat tinggi, maka bahan makanan tersebut akan lunak, berkerut dan kisut.

15. Hindari mencampur sayur dan buah dengan daging mentah dan produk susu ketika menyimpannya di kulkas. Hal ini untuk mencegah munculnya kontaminasi bakteri pada bahan makanan.

16. Untuk sayuran berdaun selerti bayam, kemangi, kangkung dlll. Pisahkan daun yang masih layak dipakai dan sudah tidak layak. Potong bagian daun yang sudah tak layak dan membuangnya sebelum menyimpannya. Kita juga bisa menyimpannya dengan cara memasukkan batangnya di dalam gelas berisi air kemudian menyimpannya di lemari es. Dengan menyimpan daun di lemari es, daun bisa bertahan lebih lama.