Cara Membuat Pupuk Kandang

Cara Membuat Pupuk Kandang

Secara teori, pupuk kandang merupakan pupuk yang berasal dari semua hasil buangan dari binatang peliharaan yang dapat digunakan untuk menambah hara, memperbaiki sifat fisik, dan biologi tanah. Seperti contoh bila seseorang memelihara sapi, atau hewan ternak yang lain, alas kandangnya diberi jerami, maka jerami ini akan kesulitan untuk dipisahkan dari kotoran sapi. Jerami ini juga bisa disebut pula sebagai pupuk kandang. Saat ini, pupuk kandang mulai banyak yang dicari orang. Biasanya pada saat mulai musim kemarau ada beberapa petani yang keliling desa untuk mengambil pupuk kandang tersebut. Bisa didapatkan dengan membeli maupun digratiskan oleh peternak terkait, karena sama-sama saling menguntungkan. Oleh karena itu penting bagi petani sekarang mengetahui cara membuat pupuk kandang sendiri. Pupuk kandang sendiri terbagi menjadi dua, yaitu pupuk kandang cair dan pupuk kandang padat.

Cara Membuat Pupuk Kandang dengan EM4

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan
1. Kotoran ternak dengan komposisi 55 % hingga 60 %
2. EM4 1 %
3. Gula pasir
4. Serbuk kayu gergaji
5.  Sekam secukupnya dan dedak 5 %.
Langkah-langkah untuk membuat pupuk kandangbdengan EM4
1. Buat campuran bahan EM4 yang dilarutkan dengan gula danair (Bahan 1)
2. Campurkan bahan kotoran sapi, serbuk kayu gergaji dan sekam (Bahan 2)
3. Siramkan Bahan 1 pada Bahan 2 Proses secara perlahan hingga perkiraan kandungan air kurang lebihmencapai 60 %.
4. Taruh dan tumpuk campuran bahan tadi ditanah hingga mencapai tinggi satu setengah meter dan tutup menggunakan plastik ataupun terpal.
5. Perkirakan suhu tumpukan tersebut dalam suhu 40 hingga 50 derajat celcius. Jika suhu terlalu tinggi, lakukan pembalikkan dan proses fermentasi tersebut memakan waktu tujuh hingga sepuluh hari.
6. Seringlah periksa tumpukan bahan tersebut, jika berubah warna menjadi hitam kecoklatan dan akan hancur jika dipegang serta mengeluarkan bau yang tidak menyengat lagi artinya pupuk kandang sudah berhasil.

Cara Membuat Pupuk Kandang Cair

Bahan-bahannya adalah sebagai berikut:
1. 1 karung kotoran ternak
2. setengah karung dedak
3. 30 kg hijauan (jerami, gedebong pisang, daun leguminosa)
4. 100 gram gula
5. 50 ml bioaktivator
6. air bersih secukupnya.

Langkah-langkah pembuatannya adalah sebagai berikut :
1. Siapkan tong plastik kedap udara ukuran 100 liter sebagai media pembuatan pupuk, satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm), botol plastik bekas akua ukuran 1 liter. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor.
2. Potong seluruh bahan-bahan baku organik kemudian masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya bahan organik dan air adalah 2:1 kemudian aduk-aduk hingga merata.
3. Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula kedalam 5 liter air aduk hingga merata. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku pupuk.
4. Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak ada celah udara. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air.
5. Pastikan benar-benar rapat, karena reaksinya akan berlangsung secara anaerob atau tanpa udara.
6. Tunggu hingga 7-10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong cium bau pupuknya. Apabila aroma yang dihasilkan khas seperti fermentasi tape maka pupuk sudah siap d gunakan karena telah matang.
7. Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
8. Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan pada botol plastik atau kaca, tutup rapat. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan.

Pupuk kandang dari kotoran ternak mengandung selulosa yang tinggi yang merupakan senyawa rantai karbon yang membutuhkan proses dekomposisi. Oleh karena itu, kebanyakan kotoran ternak tidak bisa digunakan sebagai pupuk dalam bentuk segar perlu adanya proses fermentasi atau pengomposan terlebih dahulu. Hara dalam pukan ini tidak mudah tersedia bagi tanaman.  Ketersediaan hara sangat dipengaruhi oleh tingkat dekomposisi/ mineralisasi
dari bahan-bahan tersebut. Rendahnya ketersediaan hara dari pukan antara lain disebabkan karena bentuk N, P serta unsur lain terdapat dalam bentuk senyawa kompleks organo protein atau senyawa asam humat atau lignin
yang sulit terdekomposisi. Selain mengandung hara bermanfaat, pukan juga mengandung biji-bijian gulma, bakteri saprolitik, pembawa penyakit, dan parasit mikroorganisme yang dapat membahayakan hewan atau manusia. Contohnya: kotoran ayam mengandung Salmonella sp. Oleh karena itu pengelolaan dan pemanfaatan  pukan harus hati-hati sesuai kebutuhan. Selain itu cara membuat pupuk kandang harus diperhatikan secara benar setiap langkahnya agar dapat menghasilkan fermentasi yang sempurna. Pada saat awal fermentasi biasanya suhu pada kotoran ternak akan meningkat karena adanya porses dekomposisi, setelah proses tersebut selesai suhunya akan menurun dan cenderung dingin. Hal tersebut menandakan bahwa pupuk kandang tersebut sudah matang dan siap digunakan. Pupuk kandang memang memiliki banyak manfaat namun dalam penerapan pupuk kandang dibutuhkan dalam jumlah besar, namun untuk budidaya berkelanjutan penggunaan pupuk kandang sangat baik. Pemanfaatan pupuk kandang untuk padi sawah jumlahnya jauh lebih sedikit daripada untuk lahan kering (pangan dan sayuran). Jumlah maksimum pukan yang umum dipergunakan petani padi sawah <2 t pukan ha-1, sedangkan petani sayuran mencapai 25-75 t ha-1. Hasil-hasil penelitian aplikasi pukan pada lahan sawah yang dikombinasikan dengan pupuk
anorganik dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik dalam kisaran 2-20%. Pukan selain mengandung hara-hara yang dibutuhkan oleh tanaman juga mengandung asam-asam humat, fulvat, hormon tumbuh dan lain-lain yang bersifat memacu pertumbuhan tanaman sehingga serapan hara oleh tanaman meningkat.