Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram

Cara Budidaya Jamur Tiram dan Menikmati Keuntungannya dengan Modal Kecil

Salah satu bisnis budidaya jamur merupakan pilihan yang menarik. Bagi anda yang tinggal di daerah berudara dingin dan sejuk bisnis ini sangat menjanjikan. Menjalankan bisnis budidaya jamur tiram ini dapat anda lakukan dengan mempersiapkan beberapa perangak seperti baglog, kumbung, thermometer dan tentunya bibit jamur tiram.

Mari kita bedah satu persatu dari berbagai bahan yang dibutuhkan. Baglog merupakan sebuah wadah atau media tanam untuk meletakkan bibit jamur. Dapat diartikan juga sebagai kantung serbuk kayu yang bentuknya silinder. Pada umumnya baglog ini seperti tabung karena harus menyesuaikan dengan bentuk plastik untuk membungkusnya.

Baglog sendiri terbuat dari serbuk kayu yang mudah lapuk, dan terdiri dari berbagai jenis pupuk kompos, kapur, dedak dan air. Komposisi ini penggunaannya berbeda-beda, tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan.

Langkah selanjutnya silahkan masukkan adonan ke dalam plastik sampai padat. Selain itu jangan lupa untuk memasang cincin baglog dan diikat menggunakan karet pada ujung bibir plastik. Kalau semua adonan sudah terbungkus oleh plastik maka saatnya masuk pada tahap sterilisasi. Hal ini bertujuan untuk membunuh semua bakteri yang ada di dalam adonan baglog.

Untuk mensterilisasinya silahkan dengan cara dioven. Mengingat banyaknya baglog yang diproduksi maka silahkan menggunakan drum bekas sebagai media pengovenan. Proses ini mampu memakan waktu sampai 8 jam untuk sekali oven.

Langkah selanjutnya silahkan siapkan bibit jamur tiramnya. Untuk saat ini harga bibit jamu ini seharga Rp 15.000/ 100 bibit. Kalau baglog dan bibit jamurnya sudah siap maka langkah selanjutnya yaitu kumbung.

Kumbang merupakan sebuah ruagan khusus yang digunakan untuk meletakkan baglog dari awal proses inkubasi sampai proses panen selesai. Perlu diketahui bersama kalau ruangan khusus ini dibutuhkan karena jamur tiram ini hanya akan tumbuh dan berkembang dengan baik apabila berada di ruangan yang sejuk. Untuk itu anda harus menyiapkan termometer untuk memantau perkembangan suhu kumbang.

Satu kali periode menjalankan bisnis budidaya jamur tiram ini akan memakan waktu sekitar 120 hari. Sekitar 4 bulan anda akan memanen setiap baglog antara 4 sampai 5 kali. Kalau anda hidup di kota yang memiliki iklim panas, budidaya jamur ini tetap dapat anda lakukan. Kuncinya anda dapat memanipulasi ruangan agar suhu ruangan tetap lembab. Caranya dengan selalu menyemprot air sehari 2 kali. Apabila jamur sudah mulai tumbuh maka hentikan proses penyemprotannya.

Dalam menjalankan bisnis ini anda hanya memerlukan dana sekitar 1.56 juta untuk 1000 baglog. Rinciannya yaitu modal Rp. 377.000 untuk pembuatan rak dan termometer dalam kumbung. Modal Rp. 1.180.000 untuk biaya operasional seperti membeli bibit, pembuatan baglog dan pemasaran. Untuk sekali panen harga jamur Rp 12.000/kg. jadi total omzet anda sekali panen mencapai Rp. 5.100.000.

Demikianlah proses budidaya jamur tiram, mudah bukan. Semoga pejelasan ini bermanfaat bagi anda yang ingin mencoba bisnis budidaya jamur tiram.